Powered By Blogger

Senin, 25 Agustus 2014

04. Dinas Koperindag Kab.Solok Selatan

Kepala Dinas Koperindag Kab. Solok Selatan Akhirman, SE
di Kebun Manggis
Kunjungan  Kepala Dinas Koperindag ( Akhirman, SE ) di kebun manggis membuat harapan baru bagi para petani manggis di Ranah Pantai Cermin Kec. Sangir Batang Hari Kabupaten Solok Selatan, pada awalnya kita yang memiliki kebun merasa biasa-biasa aja, sebab kita belajar dengan pengalaman bahwa kunjungan personil birokrasi itu hanya sekedar seremonial saja. Hingga saya pemilik kebun serta beberapa anggota kelompok tani "IDOLA" menanggapi dengan sederhana saja, ketika berdioalog di kebun manggis, ada semacam harapan serta dimasukkan pada kegiatan program 2014  yang akan datang, ketika itu Kepala Dinas Koperindag pertama kali mengujungi kebun ini, bulan april 2013 yg lalu, tekat Bpk Akhirman,SE bahwa manggis ini unik tidak seluruh daerah memiliki  mono kultur seperti ini, potensi yang sudah ada kita perdayakan, dengan dukungan dari Ibu Drh. Zulmanery Manir,M.Si Sebagai Petugas Pemetaan dari Konsultan Scopindo Pusat Jakarta, bahwa Produksi buah manggis ini dijadikan Kopetensi Inti Industri Daerah (KIID) mengapa dipilih Kabupaten Solok Selatan, Karena Kabupaten Solok Selatan memiliki kebun mono kultur serta banyaknya pohon manggis yang telah produktsi. 
Dengan sisa anggaran 2013. pada Dinas Koperindag.Kabupaten Solok Selatan,  bulan April 2013 diadakan acara di Pesona Hotel dihadiri oleh SKPD terkait, serta dari Kementrian Perindustrian dan Konsultan Scopindo Pusat menyatukan presepsi bahwa komoditi unggulan Kabupaten Solok Selatan, adalah manggis, sementara Bidang Holticultura Dinas Pertanian, perternakan dan perikanan, produksi limau lebih banyak dibanding manggis, dan produksinyapun lebih cepat, tidak ada salahnya bila untuk KIID ini dimajukan dua macam Komoditi yakni Manggis dan Limau.
Sementara untuk komoditi unggulan KIID hanya satu jenis komoditi, hasil kesepakatan ini disusun administrasinya guna diajukan ke Kementrian Perindustrian Jakarta.
Sekretaris Dinas Koperindag  dan Kepala Bidang Perindustrian Koperindag sedang memperhatikan Kebun Organik, buah siap diolah menjadi beberapa produc.dari Kabupaten Solok Selatan.
 Bulan September 2013 diadakan pertemuan di Aula dekat ruangan kerja Bupati Solok Selatan di Padang Aro, ketika itu dihadiri oleh : Dr. Elinamansyah Pakar Manggis dari Balitbu Ibu Ema dari Kementrian perindustrian Jakarta, Drh.Zulamanery Manir Konsultan Scopindo, Kepala Bappeda, Dinas Kehutanan, Dinas Pertanian,Peternakan dan Perikanan serta beberapa Pengusaha, Humas Super Energi. dihadiri Langsung oleh Bupati dan Wakil Bupati Solok Selatan. Paparan dari Kementrian Perindustrian dan Pakar Manggis dari Balitbu sebagai dasar pengajuan KIID Solok Selatan, terjadi dialog yang sangat alot atara dua komoditi Manggis dan Limau seluruhnya ada plus minusnya, pada akhirnya disepakati bahwa yang diajukan pada kemertian Prindustrian  hanya satu komoditi yakni "Manggis"
Seiring dengan perjanan waktu, Bpk Akhirman,SE Kepala Dinas Koperindag Kabupaten Solok Selatan,  urusan ini semakin mengerucut, maka diarahkan pembinaan pada kelompok tani "IDOLA" setiap ada kesempatan gencar mempromosikan komoditi ini, disamping para tamu diajak berkunjung kekebun manggis, memang kebun ini sangat terawat serta rumputnyapun tertata rapi hingga indah dipandang tertarik mengulangi mengujunginya, Beberapa Kepala Dinas serta Kepala Badan di Kabupaten ini berkunjung di Kebun manggis termasuk AKBP Pol.Nanang Putu Wardianto, mengatakankan kekagumannya melihat kebun ini, langsung memanen manggis yang sudah matang dipohon, kebun ini bagus sekali dijadikan agro wisata, hanya tinggal menambah fasilitas aja, maka semakin hari semakin berkunjung tamu kesini, ajak Sang Kapolres Solok Selatan sambil menikmati buah manggis yang barusan dipanennya. selama ini saya pernah memakan manggis tapi saya tidak pernah tahu tentang pohon manggis, baru kali ini  pengalaman pertama bagi saya sambil ketawa. Dan membuat seperti ini tidaklah mudah memerlukan kesabaran serta keuletan sang pelaku petani.
Saya ajak tamu Kapolres dan Rombongan mampir kerumah termasuk sdr. Novrins, sdr.Jefri serta kepala Dinas Koperindag. Disinilah saya ceritakan  testinomi tentang Manfaat si buah manggis, bahwa saya mengalami stroke berat, akhir tahun 2011 dengan mengonsumsi Ekrak kulit manggis selama 40 hari berturut-turut,  alhamdulillah sekarang sehat seperti biasa, lalu disitu saya bagikan beberapa bungkus Ektrak Kulit Manggis kepada para tamu, saya katakan ini adalah hasil kerja kelompok tani "IDOLA", secara kebetulan, Bpk Akhirman terserang penyakit diabetes, dengan adanya produk yang saya berikan tadi, alhamdulillah penyakit gula yang beliau derita berangsur normal. Kepala Dinas Koperindag mengatakan, bahwa kita punya potensi mengapa kita tdk kembangkan, tentu pengembangan ini didukung oleh anggaran, maka kegiatan tentang komoditi manggis ini dimasukkan dalam program dinas koperindag tahun anggaran 2014.
Ibu Zulmanery Manir, sedang berdialog dengan Koperindag dalam rangka pemetaan Kompetensi Inti Industri Daerah Kabupaten Solok Selatan di Kebun Manggis.

Kepala Dinas Koperindag Akhirman,SE sambil berjalan menuju pohon manggis sedang berbincang dengan Ibuk Drh.Zulmanery Manir.M.Si dari Scopindo Jakarta. bahwa di Kabupaten Solok Selatan ada kebun Manggis Mono kultur serta perawatan kebunnya serba Organik.

Kita baru menyadari bahwa Pemerintah Kabupaten  Solok Selatan melalui Dinas Koperindag bukan hanya seremonial saja, menampakkan keseriusan membina kelompok tani yang ada dengan komoditi manggis ini karena kajian tentang manggis secara ilmiah  sangat bermanfaat untuk kesehatan, semoga produk komoditi manggis sudah bisa dipasarkan akhir tahun 2014 ini. kata Pak Akhirman di kantor Bupati Solok selatan dalam acara HUT-RI yang ke-69.

Kebun Manggis

Kepala Dinas Koperindag Kab.Solok Selatan, dan fhoto kedua Sekretaris serta Kabid Perindustrian, Ibuk Zumanery Manir dari Scopindo Jakarta bersama kepala Dinas, serta keadaan kebun ketika berjunjung di Kebun Manggis dalam rangka Pemetaan Kompetensi Inti Industri Daerah (KIID).
Potensi yg ada di Kab.Solok Selatan, cukup memadai, kita tinggal mengiventarisasi yang mana kita dahulukan sesuai dengan kegiatan, selama ini Manggis di Kabupaten  ini cukup banyak, malah sudah di kebunkan oleh Masyarakat seperti Kebun yg kita kunjungi saat  ini, kebun milik Pak Arman Zebua, sedikit kita tersendat karena data di BPS belum masuk.
Pemerintah menyadari bahwa di Kabupaten Solok selatan hanya 26 % lahan produksi, selebihnya adalah hutan Lindung, Pembangunan Ekonomi kerakyatan berbasiskan konservasi.
 Melihat perkembangan Produksi Manggis ini, sesuai dengan data Holticultura, kita sudah memiliki 18.000 batang pohon manggis yang sudah produksi, lalu buahnya yang penuh dengan gizi itu, serta harga ekspornya cukup memadai dan bisa mengangkat ekonomi masyarakat. maka Dinas Koperindag menerobos disamping pemasaran Eksport juga pengolahan buah manggis produk Solok selatan, di Jadikan Ekstrak Kulit Manggis, Just Manggis, Dodol Manggis, Permen Manggis dan Shampo Manggis, keseluruhan itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat, seiring dengan kebutuhan masyarakat yg semakin lama semakin berkembang., sekarang kita gandeng Perguruan Tinggi Para Akademisi di Universitas Andalas untuk pengembangan ini kedepan Seperti guru besar Fakultas Farmasi Universitas Andalas Beliau Prof.Dr.Akmal Djamaan, Apt. 
Demikian Paparan Kepala Dinas, Sekretaris serta Kabid Perindustrian Kepada Para peserta Vertifikasi Manggis di BPTP belum lama ini.

Selasa, 05 Agustus 2014

03. Dinas Pertanian,Peternakan dan Perikanan Kab.Solok Selatan

Alat Pemetik Manggis
Terima Kasih, kami dari kelompok tani "IDOLA" Nagari Ranah Pantai Cermin Kecamatan Sangir Batang Hari Kabupaten Solok Selatan,  telah menerima bantuan berupa alat pemanenan Manggis dari Dinas Pertanian Tanaman Pangan Propinsi Sumatera Barat, Bidang Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian ;  sebanyak 3 (tiga) Unit,  Panjang 2,5 m, Stainlesstell serta Kawat lingkar 5 inci dan kantong bahan kaus. Seperti fhoto diatas,pada hari rabu tanggal 30 September 2014.-

  Ir.Del Irwan Kepala Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Solok Selatan


Pengembangan serta pengolahan Industri hasil pertanian komoditi Manggis adalah salah satu program unggulan Dinas Pertanian, Peternakan dan Perikanan Kabupaten Solok Selatan yaitu pengembangan Hortikultura yang meliputi buah-buahan, sayuran, tanaman hias dan bio-farmaka. Komoditi hortikultura unggulan di Kabupaten Solok Selatan selain Jeruk yang sudah ada dari tahun 2006 mulai dikembangkan, ternyata komoditi manggis merupakan komoditi hortikultura yang juga sangat berpotensi untuk dijadikan komoditi unggulan, dan dikembangkan di daerah Kabupaten Solok Selatan.
Akhir-akhir ini kita seringkali dikejutkan dan disuguhi dengan berita tentang bencana, seperti gempa bumi,  banjir, tanah longsor, kebakaran hutan, kekeringan, kelangkaan pangan  dan masalah-masalah lain. Semua ini terjadi akibat terganggunya ekosistem. Pembangunan yang kita lakukan terkadang kurang memperhitungkan daya dukung lingkungan sehingga pembangunan tidak selalu berhasil dengan maksimal. Disatu sisi kita memacu pertumbuhan pembangunan demi kesejahteraan masyarakat, namun di sisi lain kita juga di bayang-bayangi oleh bencana yang siap datang kapan saja ketika kita lengah.
Untuk mengantisipasi bencana-bencana tersebut, kita perlu memikirkan pelestarian lingkungan hidup dengan tidak mengesampingkan rencana pembangunan yang telah dibuat baik jangka pendek maupun jangka panjang. Pembangunan harus disinergikan dengan pelestarian lingkungan hidup agar setiap pilihan dalam pembangunan selalu berwawasan lingkungan.
Perubahan Iklim pada abad ke-21 ini sudah mulai kita rasakan menjadi isu Nasional dan Internasional, dimana kerusakan diatas bumi ini semakin hari semakin mengkhawatirkan, seperti dilanda bencana-bencana alam, kelangkaan air bersih, karena resapan air dihulu anak sungai banyak yang menjadi hamparan perkebunan, dan pembalakan liar, yang mengakibatnya setiap anak sungai 10 tahun terakhir sangat dangkal banyak yang mengering, untuk memperoleh air bersih yang dikonsumsi mulai terasa susah didapatkan, Sungai-sungai menjadi alternatif pembuangan sampah oleh masyarakat, di tambah limbah industri, pengembangan perumahan, pertanian dll. Kesemuanya itu bermuara pada generasi dimasa yang akan datang, kita akui bahwa yang hidup sekarang tidak begitu merasakan akibatnya, bila kita tidak berbuat sekarang, siapa lagi yang diharapkan.
Salah satu tanaman asli Indonesia, yang tumbuh sepanjang garis khatulistiwa di Daerah Tropis yakni “Manggis”, akarnya kuat guna menahan air, menjaga kelabilan tanah, batangnya besar, umurnya sangat tua, daunnya yang rimbun, tebal, hijaunya pekat.  Dapat sedikit diharapkan menyumbangkan Oksigen (02) yang kita hirup sehari-hari serta menyelamatkan ekosistem yang kita rasakan saat ini.
Yang tidak kalah penting dari komoditi ini adalah produksi buahnya yang mengandung nutrisi (gizi) yang cukup tinggi, Queen of fruits. Ratu dari segala buah asal daerah tropis menurut masyarakat Eropa, serta memberikan nilai tambah perekonomian masyarakat, hingga komoditi ini menurut pendapat kami salah satu komoditi multi guna disamping erat hubungannya dengan lingkungan hidup juga mempunyai potensi ekonomi yang memadai.
Salah satu cara untuk meningkatkan pendapatan dan ekonomi masyarakat dewasa ini adalah dengan menumbuh kembangkan minat berwira usaha melalui Industri Hasil Pertanian, melihat potensi yang sudah ada, maka kelompok tani IDOLA yang berlokasi di Nagari Ranah Pantai Cermin Kec. Sangir Batang Hari Kab. Solok Selatan berjarak lebih kurang 30 KM dari ibukota kabupaten di Padang Aro, telah lama bergerak di bidang Holticultura dengan membudidayakan Komoditi Manggis. Usaha ini telah dirintis semenjak tahun 2003 yang lalu dan sekarang sudah berproduksi/menghasilkan.
Dari produksi buah Manggis ini, 40 %  yang berkwalitas baik telah di eksport ke luar negeri, sementara sisanya 60% akan di olah   isinya dari buah manggis akan dijadikan Jus Buah Segar dan kulitnya dijadikan bubuk/tepung untuk di konsumsi. Karena Nutrisi yang dikandung oleh kulit buah manggis ini dapat menyembuhkan beberapa macam penyakit menahun. Seperti Kanker, Kanker Payudara, Diabetes, Hipertensi dan lain-lain.
Dalam proses penggilingan guna di jadikan tepung memerlukan mesin penggilingan hingga jadi tepung dan dibikin semam teh celup. Karena kelompok tani ini sudah mencoba menumbuk pakai lumpang secara manual hasilnya tidak memuaskan, karena kulit manggis ini setelah di jemur sangat keras dan sulit sekali  dijadikan bubuk/tepung disamping itu pula dengan tidak seimbangnya antara tenaga yang dikeluarkan dengan hasil secara ekonomis.


Vera Septaria, SP.MP. Kepala Bidang Holtikultura Dinas Pertanian Peternakan dan Perikanan Kabupaten Solok Selatan.
Program Bidang holtikultura dalam rangka pengembangan Komoditi Manggis di Solok Selatan  sudah kita masukan program pengembangan serta perawatan  yang telah holtikultura lakukan penanaman pada kelompok tani di KPGD seluas 200 ha. Tahun anggaran 2012 yang lalu, pada tahun anggaran 2015 ini kita kembangkan terus, sesuai dengan Program yang kita usulkan  karena saat ini kita sudah memiliki Pohon Induk Komoditi Manggis, dan telah mulai penakaran, yang dikelola oleh Kelompok Tani Idola yang berlokasi di Ranah Pantai Cermin Kecamatan Sangir Batang Hari Kabupaten Solok Selatan.



Berfhoto bersama Dr.Ir.Yul Amri,M.Sc, Sekarang beliau Berada pada jabatan Baru Sebagai Asisten III Pada Kantor Bupati Solok Selatan

Kata Sambutan Dr.Ir. Yul Amri, M.Sc.
Ketika Menjadi Kep.Dinas Kebud.Pariwisata Pemuda dan Olah Raga
Dalam Buku " MANGGIS SAHABAT LINGKUNGAN.

PEMERINTAH KABUPATEN SOLOK SELATAN
DINAS KEBUDAYAAN PARIWISATA PEMUDA DAN OLAHRAGA
Alamat : Jln. Raya Padang Aro-Muara Labuh

KATA SAMBUTAN
            The Queen of Fruits (Ratu Buah) dari daerah tropis, julukan si buah Manggis telah berjaya dibudidayakan oleh seorang anak bangsa sang pionir, Sdr. Arman Zebua. Di seantero pelosok negeri di Sumatera Barat, Manggis adalah buah yang cukup digemari, namun tidak pernah tumbuh sebagai tanaman buah yang dibudidayakan. Banyak orang tahu bahwa Manggis juga diminati oleh masyarakat luar negeri yang ditandai dengan tingginya permintaan pedagang perantara kepada masyarakat, tetapi pasokan tidak memadai. Kondisi ini tidak banyak yang memahami sebagai peluang bisnis yang amat prospektif: budidaya tanaman Manggis. Adalah seorang mantan pebisnis kayu yang menangkap peluang bisnis budidaya Manggis ini.
Berbekal pengetahuan dan ilmu yang didapatnya secara otodidak tentang tumbuhan hutan, dan di tengah skeptis masyarakatnya Sdr. Arman Zebua membulatkan tekadnya untuk memulai budidaya Manggis pada lahan seluas 8,8 hektar di Nagari Ranah Pantai Cermin, Kecamatan Sangir Batang Hari, Kabupaten Solok Selatan tahun 2003. Dan, hingga saat ini telah berjaya membudidayakan Manggis seluas 4.5 ha, dengan  umur tanaman mulai dari 6 bulan hingga 6 tahun. Jika tanaman Manggis masyarakat lokal berbuah pada usia 12 tahun, maka dengan teknik budidaya dengan pembibitan biji, Manggis Sdr. Arman Zebua telah berbuah pada usia 6 tahun. Ini adalah  buah dari tekad, kerja keras dan ketabahan.
Menarik dari apa yang juga ditulis Sdr. Arman Zebua tentang Manggis. Tidak hanya dari aspek budidaya dan manfaat ekonomis yang menjadi perhatiannya, tetapi juga aspek lingkungan hidup dan potensi agrotourism juga tak luput dari pengamatan. Kesimpulan Sdr. Arman Zebua, budidaya tanaman Manggis menempati rating teratas diantara tanaman perkebunan yang lain, seperti karet, sawit dan jeruk. Dari aspek lingkungan hidup, Manggis memberikan manfaat pada akar yang menahan erosi dan daunnya yang rimbun hijau pekat penyumbang oksigen. Bahkan, kesemua pesona Manggis ini, sangat mungkin perkebunan Manggis dapat dikembangkan sebagai kawasan agrotourism.
 
 Keadaan Buah Manggis yang tengah berputik
“Kampanye Manggis” nampaknya telah menyadarkan masyarakat akan potensi lokal yang dimiliki serta telah memancing para pakar untuk melakukan studi yang dalam tentang Manggis, the queen of fruits.
Dengan pengetahuan, keterampilan, pemahaman dan dedikasi untuk mengembangkan budidaya Manggis, buah lokal yang hampir tidak dipedulikan oleh masyarakatnya, kami memberikan apresiasi yang sangat tinggi. Dan kami menyatakan kesediaan untuk ikut mengantarkan apabila ada institusi perguruan tinggi yang memberikan peluang kepada beliau untuk diusulkan mendapatkan penghargaan menyandang gelar Doctor Honoris Causa untuk bidang Budidaya tanaman Manggis.
            Selamat membaca, semoga semakin banyak lagi anak bangsa yang terinspirasi dengan semangatnya Sdr. Arman Zebua. 
 Dari Kiri Ke Kananan Pak Os Kabid Perindustrian Dinas Koperindag, Arman Zebua Pemilik Kebun Manggis, Dr.Ir.Yul Amri, M.Sc. Mantan Kep.Dinas Pertanian, Peternakan dan Perimanan Kab.Solok Selatan dan Ajudan Ketua DPRD Kab.Solok Selatan.

Tertanda 
Kepala Dinas :

Dr.Ir.Yul Amri, M.Sc.

Senin, 04 Agustus 2014

02. Perawatan Kebun Manggis Serba Organik

 Bpk Ir. Abrar di dampingi oleh Herman Tanjung,SP Pengawas Mutu Benih Kabupaten Solok Selatan ketika kebun ini disurvei dijadikan pohon Induk.

Rombongan dari Badan Pengawas Mutu Benih Tanaman Pangan  Sumatera Barat di Dampingi Oleh Herman Tanjung,SP kepala Pengawas Mutu Benih Kabupaten Solok Selatan di Kebun Manggis.
Dari kiri Kekanan, Sdr. Teguh, Nova, Ibuk Zulmanery Manir, Arman Zebua, dan Akhirman, Kepala Dinas Koperindag Kab.Solok Selatan di Kebun Manggis
Bersama Prof.Dr.Akmal Djamaan, Ph.D. Apt. Guru Besar Fak.Farmasi Unand.

Peserta Verifikasi Buah Manggis bersama Ir.Kasma Iswari,MP, tengah membuat Just Manggis

Berefoto bersama Panitia Bagian Perindustrian Dinas Koperindag, Kab.Solok Selatan, Nara Sumber serta Peserta Pelatihan di BPTP Sumatera Barat
Guna mempertahankan kwalitas buah Manggis, meminimalkan ketah kuning serta gangguan hama lainnya yang mengurangi kwalitas buah, kita lakukan sebagai berikut.


  Populasi OPT dibawah tingkat yang dapat menimbulkan kerugian ekonomi sehingga produksi dapat dihasilkan pada taraf tinggi, baik kuantitas maupun kualitas. Berkembangnya Organisme Pengganggu Tanaman (OPT) merupakan salah satu faktor yang sering menyebabkan gagalnya suatu usaha pertanian. Sesuai dengan Undang-undang No 12 tahun 1992, Pemerintah telah menetapkan kebijakan  Pengendalian dengan sistim Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Dalam penerapan PHT tujuannya adalah mengurangi dan mempertahankan populasi OPT dibawah tingkat yang dapat menimbulkan kerugian ekonomi sehingga dapat mempertahankan produksi dalam taraf tinggi, baik kuantitas maupun kualitas dengan melakukan strategi pengendalian yang mempertahankan , kelestarian lingkungan, aman bagi produsen dan konsumen serta menguntungkan bagi petani.
Penggunaan bahan nabati merupakan salah satu komponen yang merupakan pendukung dalam  pelaksanaan PHT. Secara umum ramuan nabati dapat diartikan sebagai bahan yang berasal dari tumbuhan yang digunakan  untuk pengendalian OPT. Adapun aspek pengendalian tersebut menyangkut proses penghambatan/penolakan makan, peneluran serta penghambatan pertumbuhan dan perkembangan efek kematian dari organisme sasaran.
Ramuan nabati bersifat pukul dan lari (hit and run) yaitu apabila diaplikasikan akan membunuh pemakan tanaman pada waktu itu dan setelah hamanya terbunuh maka residunya akan cepat menghilang dialam, dengan demikian tanaman akan terbebas dari residu pestisida dan aman untuk dikonsumsi.
Ramuan nabati dapat dibuat dengan sederhana tanpa memerlukan pengetahuan khusus. Untuk membuat ramuan nabati hanya diperlukan kemauan dan kerja keras , ramuan nabati dapat berupa larutan hasil perasan, rendaman, ekstrak dan rebusan bagian tumbuhan yakni berupa akar, umbi, batang, daun, biji atau buah.
Dari hasil penelitian dan aplikasi di berbagai lahan pertanian organik, telah didapatkan beberapa formulasi ramuan yang sudah digunakan dalam pengendalian serangan organisme pemakan tanaman dan serangan penyakit tanaman.


1. Ramuan A
Kegunaan
:
untuk pengendalian serangga pengisap (kepik dan kutu kutuan)
             
Alat-alat  :
1.      Timbangan
2.      Gelas ukur
3.      Kertas label
4.      Saringan
5.      Lesung dan alu
6.      Sarung tangan
7.      Pisau
8.      Baki
9.      Baskom
10.   Ember
11.   Botol atau jirigen sebagai media penyimpanan

Bahan-bahan                 :

No
Jenis bahan
Jumlah
1
Daun surian
5 ons
2
Bawang putih (Allium sativum)
2 ons
3
Lengkuas (Alpina purpurata)
3 ons
4
Bustowali (Tinospora tuberculata)
4 ons
5
Serai Harum (Cymopogon atratus)
4 ons
6
Pinang Sinawa (Areca catechu)
1 buah
7
Urine kambing
1 liter

Cara Pembuatan  :

  • Semua bahan ditumbuk satu persatu
  • Bahan yang sudah ditumbuk direndam dalam urine kambing selama 1 malam
  • Rendaman bahan diperes dan diambil ekstraknya kemudian ekstrak tersebut disaring
  • Kemudian disimpan dalam botol/jirigen dan diberi label yang berisi ketengan tentang ramuan dan tanggal pembuatan




Cara Penggunaan          :
  • 500 cc cairan ramuan diencerkan dengan air sebanyak 10 liter diaduk dan kemudian dimasukkan ke tangki penyemprot
  • Penyemprotan pada tanaman dilakukan terutama terutama pada pucuk kemudian bagian atas dan bawah daun
  • Aplikasi pada tanaman dilakukan sebanyak 2 (dua) kali dalam seminggu sampai dengan populasi kutu tidak membahayakan lagi


2. Ramuan B
Kegunaan
:
Untuk pengendalian ulat pemakan daun

Alat-alat     :
1.      Timbangan
2.      Gelas ukur
3.      Kertas label
4.      Lesung alu
5.      Sarung tangan
6.      Pisau
7.      Baki
8.      Baskom
9.      Ember
10.   Botol atau jirigen sebagai media penyimpanan

Bahan-bahan       :
No
Jenis bahan
Jumlah
1
Lagundi (Vitex trifolia L.)
5 ons
2
Daun sirsak (Annona sp)
5 ons
3
Daun sirih (Aper betle L.)
½ ikat
4
Daun cengkeh (Euginia aromatica L.)
5 ons
5
Serai Harum (Cymopogon atratus)
4 ons
6
sicerek
4 ons
7
Mahoni (Switania mahagoru)
5 ons
8
Daun kulit manis
5 ons
9
Garam
0,5 ons
10
Urine kambing
1 liter

Cara pembuatan  :
  • Semua bahan ditumbuk satu persatu
  • Bahan-bahan yang sudah ditumbuk direndam dalam urine kambing
  • Rendaman bahan diperas dan diambil ekstraknya kemuan ekstrak tersebut disaring dan hasil saringan ditambah dengan garam
  • Kemudian disimpan dalam botol/jirigen dan diberi label yang berisi keterangan tentang ramuan dan tanggal pembuatan


Cara Penggunaan          :
  • 500 cc cairan ramuan diencerkan dengan air sebanyak 10 liter diaduk dan kemudian dimasukkan ke tangki penyemprot
  • Penyemprotan pada tanaman dilakukan pada seluruh bagian tanaman
  • Aplikasi pada tanaman dilakukan sebanyak 2 (dua kali dalam seminggu sampai dengan populasi larva atau ulat tidak membahayakan lagi


3. Ramuan C
Kegunaan
:
untuk pengendalian ulat pemakan daun

Alat-alat        :
1.                                        Timbangan
2.                                        Gelas ukur
3.                                        Kertas label
4.                                        Lesung alu
5.                                        Sarung tangan
6.                                        Pisau
7.                                        Baki
8.                                        Baskom
9.                                        Ember
10. Botol atau jirigen sebagai media penyimpanan timbangan

bahan-bahan       :

No
Jenis bahan
Jumlah
1
Air kelapa
2 liter
2
Ragi tape
1 butir
3
Bawang putih (Allium sativum)
4 ons
4
Deterjen/sabun colek
0,5 ons
5
Kapur bangunan
2 ons

Cara Pembuatan  :
  • Deterjen atau sabun colek dilarutkan dalam air kelapa
  • Bawang putih ditumbuk sampai halus
  • Bawang putih, ragi tape dan kapur bangunan dimasukkan dalam larutan air kelapa dan kemudian di saring
  • Hasil saringan kemudian difermentasikan selama 20 hari
  • Kemudian disimpan dalam botol/jirigen dan diberi label yang berisi keterangan tentang ramuan dan tanggal pembuatan

Cara Penggunaan          :
  • 500 cc cairan ramuan diencerkan dengan air sebanyak 10 liter, diaduk dan kemudian dimasukkan kedalam tangki penyemprot
  • Penyemprotan pada seluruh bagian tanaman
  • Aplikasi pada tanaman dilakukan sebanyak 2 (dua) kali dalam seminggu sampai dengan populasi larva/ulat tidak membahayakan lagi

4. Ramuan D
Kegunaan
:
Untuk pengendalian penyakit cendawan
/jamur

    Alat-alat    :
1.      Timbangan
2.      Gelas ukur
3.      Kertas label
4.      Saringan
5.      Lesung dan alu
6.      Parutan
7.      Sarung tangan
8.      Pisau
9.      Baki
10.   Baskom
11.   Ember
12.   Botol atau jirigen sebagai media penyimpanan.

Bahan-bahan       :

No
Jenis bahan
Jumlah
1
Gelinggang gajah
5 ons
2
Lengkuas (Alpina purpurata)
3 ons
3
Jahe ( Zingiber officinale)
3 ons
4
Ekstrak Titonia
3 liter

Cara pembuatan  :
  • Daun gelinggang gajah ditumbuk halus
  • Jahe dan lengkuas ditumbuk / diparut hingga halus
  • Ketiga bahan tersebut dimasukkan ke dalam ekstrak titonia selanjutnya diperas dan disaring
  • Kemudian disimpan dalam botol/jirigen dan diberi label yang berisi keterangan tentang ramuan dan tanggal pembuatan

Cara penggunaan          :
  • 500 cc cairan ramuan diencerkan dengan air sebanyak 10 liter, diaduk dan kemudian dimasukkan kedalam tangki penyemprot
  • Penyemprotan pada tanaman dilakukan pada seluruh bagian tanaman
  • Aplikasi pada tanaman dilakukan pada seluruh bagian tanaman
  • Aplikasi pada tanaman dilakukan sebanyak 2 (dua) kali dalam seminggu sampai dengan intensitas penyakit cendawan/jamur tidak membahayakan lagi

5. Ramuan E
Kegunaan
:
Untuk pengendalian penyakit yang disebabkan bakteri
    Alat-alat     :
1.    Timbangan
2.    Gelas ukur
3.    Kertas label
4.    Saringan
5.    Lesung dan alu
6.    Sarung tangan
7.    Pisau
8.    Baki
9.    Baskom
10. Ember
11. Botol atau jirigen sebagai media penyimpanan.
     
Bahan-bahan :
No
Jenis bahan
Jumlah
1
Daun sirih (piper betle L.)
½ ikat
2
Kunyit
2 ons
3
Bawang putih (Allium sativum)
2 ons
4
Ekstrak Titonia
3 liter

Cara pembuatan  :
  • Semua bahan ditumbuk satu persatu
  • Bahan-bahan yang sudah ditumbuk direndam dan diaduk dalam ekstrak titonia
  • Rendaman bahan diperas dan diambil ekstraknya kemuan ekstrak tersebut disaring
  • Kemudian disimpan dalam botol/jirigen dan diberi label yang berisi keterangan tentang ramuan dan tanggal pembuatan

Cara Penggunaan          :
·         500 cc cairan ramuan diencerkan dengan air sebanyak 10 liter, diaduk dan kemudian dimasukkan kedalam tangki penyemprot
·         Penyemprotan pada tanaman dilakukan pada seluruh bagian tanaman
·         Aplikasi pada tanaman dilakukan sebanyak 2 (dua) kali dalam seminggu sampai dengan intensitas penyakit cendawan/jamur tidak membahayakan lagi

Dari beberapa formulasi ramuan tersebut, takaran yang tercantum dalam pembuatan ramuan tersebut merupakan takaran/ukuran yang disesuaikan dengan aplikasi yang dilakukan di IPO Aie Angek, sehingga jika dilakukan aplikasi ditempat lain sangat besar kemungkinan takaran/ukuran masing-masing bahan yang digunakan akan berbeda pula jumlahnya.
 Semoga hal ini bermanfaat bagi teman para petani dimana saja berada, sepanjang mengikuti bahan serta cara pengolahan, memperoleh kwalitas produksi pertanian yang bagus.